Sahabatku

Posted on September 15th, 2010 in Academic by yola.juwita10

Nama               : Yola Juwita

NRP                : H14100028

Laskar             : 26

Saya memiliki seorang sahabat yang sangat hebat. Sebut saja namanya Lena. Kami sudah bersahabat sejak SMA sampai sekarang. Pertemanan kami dimulai ketika kami berada di kelompok yang sama saat praktikum kimia. Sejak saat itulah kami menjadi sangat akrab dan kami memiliki visi yang sama untuk berprestasi di sekolah.

Sahabatku ini sangat periang dan selalu membuat lelucon-lelucon aneh. Namun, di balik canda dan tawanya itu banyak beban yang harus dipikul olehnya. Ayahnya sedang sakit parah sampai sekarang, sehingga tidak memungkinkan untuk bekerja. Inilah yang membuat keadaan ekonomi keluarganya memburuk. Dia, ibunya dan adik-adiknya sebisa mungkin membantu menopang keuangan keluarga.

Sahabatku ini tidak pernah mengeluh akan kesulitan yang sedang dihadapinya. Dia pintar menyembunyikan beban berat yang sedang dipikulnya. Semua orang mungkin akan mengira dia baik-baik saja seperti tidak memiliki masalah. Ketika dia mengalami masa-masa sulit, dia masih bisa meluangkan waktunya untuk mendengarkan curhatan-curhatan dariku dan memberi motivasi kepadaku.

Pada waktu itu, saya sedang mengalami masa-masa sulit. Ibu saya sedang sakit parah dan harus dioperasi untuk kedua kalinya ke Penang. Ayah dan adik-adik saya juga merasa sedih dan khawatir akan keadaan ibu saya. Saat itu juga kondisi fisik saya lagi memburuk karena terlalu lelah mengikuti kepanitiaan dalam sebuah organisasi. Nilai-nilai pelajaran juga banyak yang menurun. Saat itu saya merasa sedih dan jenuh. Saya bingung harus bagaimana mengingat saya adalah anak pertama yang harusnya bisa mengendalikan keadaan seperti ini. Saat itu jugalah sahabat saya yang luar biasa itu memberikan penghiburan dan motivasi kepada saya untuk kuat dan tegar dalam menghadapi ini. Saya harus terus berdoa kepada Tuhan dan menyemangati ayah dan adik-adik saya. Saya juga harus membuat senang dan menyemangati ibu saya untuk kuat menghadapi operasi dengan rajin belajar.

Di saat saya mengalami masa-masa sulit itu, ternyata dia juga sedang kesulitan. Karena kondisi keuangan keluarganya sedang memburuk uang sekolah dia dan adik-adiknya terbengkalai. Tak hanya itu, dia juga sedang pusing memikirkan biaya bimbingan belajar dan masih banyak lagi masalah yang sedang dihadapinya. Masalah-masalahnya itu tidak ia ceritakan kepada saya. Saya bisa mengetahuinya ketika mendapatkan dia sedang menangis sendirian saat itu. Di saat itulah, dia mulai menceritakan semua masalah yang sedang dihadapinya. Dia juga mengatakan bahwa dia tidak ingin memberitahu saya karena dia tidak ingin menambah beban pikiran saya. Saya sangat takjub melihat sikapnya seperti itu.

Kami berdua memiliki impian yang sama untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri dan lulus UAN dengan nilai yang baik. Kami saling menyemangati satu sama lain dan juga saling mengingatkan untuk rajin belajar ketika kami lagi jenuh dan malas-malasan belajar. Kami juga memiliki komitmen untuk tidak mengandalkan orang lain saat menghadapi ujian. Pada akhirnya, impian kami terwujud. Kami lulus UAN dengan nilai yang baik dan kami masuk ke Perguruan Tinggi Negeri yang sama.

Inilah sedikit cerita inspirasi dari sahabatku. Rajin belajar, pantang menyerah, periang, bijaksana , membantu orang tua dan selalu ada ketika sahabatnya sedang susah merupakan teladan yang dapat menjadi inspirasi bagi kita.  Semoga kita dapat terinspirasi dengan kisah ini.

Kegagalan Awal dari Keberhasilan

Posted on September 15th, 2010 in Academic by yola.juwita10

Nama               : Yola Juwita

NRP                : H14100028

Laskar             : 26

Belajarlah dari sebuah pengalaman. Kalimat sederhana ini seringkali kita anggap remeh dan abaikan. Namun pada kenyataannya, kalimat ini cukup berpengaruh dalam kehidupan kita. Mungkin dari segudang kejadian dalam kehidupan kita, baik yang menyenangkan, sedih, kecewa, memalukan, mengejutkan dan sebagainya tanpa kita sadari dapat menjadi inspirasi dalam hidup kita. Semua itu dapat menjadi cerminan diri kita untuk menjadi lebih baik lagi. Salah satu pengalaman yang telah menginspirasi saya adalah sewaktu saya duduk di bangku kelas 9 SMP Tarakanita 4 mendapat kesempatan untuk mengikuti tes seleksi beasiswa SMA ke Singapura.

Saat itu, rasa senang, penuh syukur, semangat dan takut bercampur aduk dalam hati. Saya sangat senang dan bersyukur karena menjadi salah satu yang terpilih dari sekian banyak siswa di sekolah saya. Saya juga merasa semangat karena dukungan dari keluarga yang begitu besar kepada saya. Namun di balik itu semua, saya juga merasa takut  karena peluang untuk mendapatkan beasiswa itu pastilah sedikit melihat saingan yang datang dari seluruh Indonesia.

Saat itu, saya menjadi seorang yang super sibuk layaknya pekerja yang sedang lembur.  Pergi pukul 06.30 dan pulang ke rumah pukul 21.00. Saya mengikuti bimbingan belajar khusus beasiswa ke Singapura. Di sana saya belajar Matematika dan Bahasa Inggris selama 3 jam setiap harinya. Di sekolah saya juga harus mengikuti pelajaran tambahan untuk UAN dan UAS. Saya benar-benar merasa letih sekali waktu itu. Saya harus membagi waktu dan konsentrasi untuk sekolah maupun beasiswa ini. Saya sempat merasa jenuh sekali. Tiada hari tanpa istirahat rasanya.

Saya terjebak di antara 2 pilihan yang berat. Keduanya sangat penting. Di salah satu sisi, saya ingin mendapatkan beasiswa itu  meskipun dengan peluang yang sangat kecil. Di sisi lain, saya juga ingin serius dan konsentrasi terhadap pelajaran sekolah dan UAN karena saya berkeinginan untuk masuk ke SMA negeri favorit di Jakarta. Saya benar-benar pusing saat itu. Saya teringat akan nasihat ayah saya untuk konsentrasi ke pelajaran sekolah dan UAN. Namun, saya juga teringat akan cerita seorang sopir taksi sewaktu mengantarkan saya pulang dari tempat bimbingan belajar tersebut. Bapak sopir taksi itu mengatakan bahwa 2 orang anaknya mendapat beasiswa ke luar negeri. Betapa bahagia dan bangganya Bapak itu bahwa anak-anaknya dapat menyenangkannya yang sudah bersusah payah menafkahi mereka. Mereka dapat membalas setiap peluh dan keringat bapaknya dengan suatu prestasi yang membanggakan. Inilah yang menginspirasi saya.

Akhirnya, saya memutuskan untuk mementingkan keduanya. Setiap hari saya belajar dan mengikuti bimbingan belajar. Saya sangat terobsesi untuk mendapatkan beasiswa dan lulus SMP dengan nilai memuaskan. Namun, obsesi yang tinggi itulah yang membuat saya lupa akan kesehatan saya. Saat mengikuti tes beasiswa itu saya dalam keadaan demam, sehingga saya tidak fokus dalam mengerjakan tes. Saya GAGAL dalam tes itu. Hal ini membuat saya kecewa berat. Biaya bimbingan dan waktu yang dikorbankan terbuang dengan cuma-cuma. Rasa kecewa ini membuat saya tidak semangat seperti dulu lagi dalam persiapan UAN. Saya sudah merasa jenuh  saat itu. Bahkan, yang lebih parahnya lagi saya sempat terkena cacar menjelang beberapa hari mau UAN. Kondisi ini semua membuat saya tidak fokus lagi dan hasil UANnya pun juga kurang memuaskan yaitu 27.07. Pada akhirnya saya juga GAGAL masuk SMA yang saya inginkan.

GAGAL dapat beasiswa dan GAGAL masuk SMA favorit bukanlah perkara yang mudah. Terinspirasi dari kegagalan inilah yang membuat saya bangkit kembali. Saat itu saya memiliki keinginan dan target lain untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri favorit di Indonesia. Saya berusaha keras untuk berprestasi di sekolah dengan belajar dan belajar. Usaha saya ini membuahkan hasil. Saya diberi kesempatan untuk menjadi salah satu mahasiswa IPB.

save our earth :))

Posted on July 28th, 2010 in Academic by yola.juwita10

Mahasiswa Bangladesh Berjuang

Selamatkan Pohon dari Kepunahan


Dhaka (ANTARA/Reuters Life!) – Satu pohon unik di Dhaka University di Bangladesh telah mempersatukan semua mahasiswa di seluruh kampus itu yang berjuang keras untuk menyelamatkannya dari kepunahan dan menyampaikan harapan bahwa bijinya diduga memiliki khasiat bagi pengobatan.

Apa yang diduga sebagai pohon Talipalm yang terakhir tumbuh secara alamiah itu –yang juga memiliki nama botani Corypha Taliera Roxburgh– ditemukan di kampus universitas tersebut pada 1970-an.

Spesies pohon tersebut mulanya ditemukan pada 1919 oleh William Roxburgh dan dipandang sebagai tanaman asli Benggala tapi Talipalm dengan cepat menghilang karena pohon itu hanya berbunga dan berbuah satu kali sepanjang hidupnya lalu mati.

Ketika pohon dengan tinggi 9,1 meter di Dhaka University itu berbunga pada Januari tahun ini, semua mahasiswa dan sivitas akademika meningkatkan upaya mereka untuk melestarikan spesies tersebut bersama Arboticulture Departmen mengumpulkan bijinya dan menghasilkan sebanyak 500 pohon anakan.

“Ini adalah pohon hidup terakhir,” kata Abul Hasan, Kepala Botany Department di universitas itu.

Ia menyatakan pohon tersebut sudah diakui oleh International Union for Conservation of Nature (UCN).

Dan Pharmacy Department di universitas itu, sewaktu meneliti pohon tersebut, menemukan bahwa bijinya diduga memiliki kandungan obat karena mengandung bahan anti-oksidan yang dapat membantu memerangi penyakit serta proses penuaan pada manusia.

“Setelah pemeriksaan awal kami melihat kandungan bijinya dapat digunakan dalam mengobati penyakit seperti tipus dan diare tapi yang membuat kami lebih tertarik ialah kandungan anti-oksidan di dalam bijinya,” kata Abdul Rashid, Dekan Fakultas Farmasi di Dhaka University.

Rashid mengatakan pekerjaan mereka masih dalam tahap awal dan tak ada jaminan bahwa mereka akan dapat memproduksi obat yang dapat diandalkan dari biji itu tapi hasil awal menunjukkan kondisi positif.

Sementara itu, upaya universitas tersebut untuk menyelamatkan pohon itu berlangsung terus.